apa yang engkau cari
semua sudah musnah di sini
sebelum aku dan kamu datang
engkau lihat dara cantik yang menangis itu
kemarin bibirnya mengembangkan senyum
bermesraan dengan pujaannya
sekarang dia merana di atas undukan tanah
engkau lihat orang gila itu
kemarin dia seperti raja di raja
kemauannya seperti membalikkan tanggannya
sekarang ia tertipu oleh rekan kesayangannya
engkau lihat ibu yang histeris itu
kemarin dia menimang nimang anaknya
anak harapan segala keinginannya
sekarang dia diatas jasadnya
kawanku apa yang kita cari disini
disini yang ada cuma kelelahan dan kelelahan
aku merasa lelah dengan semua ini
lelah sekali
aku tak berdaya dengan semua ini
pikiranku kacau
apakah begitu mahal sebuah kebahagiaan
apakah disini memang tak ada kebahagiaan
aku pergi kawan
kalau mau ikut ikutlah
Archive
Senin, 22 Juni 2009
HARAPAN
Diposting oleh
ayo orep seng tentrem
di
22.35
0
komentar
Senin, 13 April 2009
SYAIR LESEHAN
BATU NISAN
Batu nisan
engkau begitu kokoh dan dingin
apakah engkau memendam sesuatu
apakah engkau ingin menceritakankannya
namun engkau ragukan hal itu
Batu nisan
aku mohon ceritakanlah apa yang kamu ketahui
mungkin akan sangat berguna bagiku
ataukah akan menyiksaku
Batu nisan
apakah diammu
menceritakan sesutu
dan apakah dinginmu
menggambarkan kedasyatan yang engkau saksikan
Batu nisan
mengapa engkau diam
apakah engkau bingung untuk memulainya
dan apakah aku harus menangis
dan menangis
agar aku mengerti apa maksudmu
Batu nisan
aku tempelkan telingaku didadamu
berbisiklah padaku
walau engkau gemetar katakanlah
aku siap apa yang akan keluar darimu
aku tunggu sampai aku dengar ucapanmu
LAMBAIAN
Lambaian mu menghancurkan ku
Lambaianmu mengejutkanku
Lambaianmu menggetarkan tubuhku
Lambaianmu membawa ke sesuatu yang menakutkan
Lambaian yang sangat memaksa
awal dari perjalanan yang sangat panjang
awal dari penentuan
awal dari segala kehidupan
Aku tak sanggup menerimanya
Aku tak sanggup menjumpaiNya
Aku takut
Takut sekali
Lambaian
Apa engkau bisa dihentikan
Apa engkau bisa di tangguhkan
Sampai aku siap menyambutNya
Lambaian
Tolong kembalilah kepadaNYa
sampaikan permohonan maafku kepadaNya
KEKASIH
Engkau yang membuatku gila
Engkau yang menjadikanku pahlawan
Engkau adalah jiwa
sedangkan aku adalah raga
Engkau menyinari relung hati ini
membiaskan semangat menggapai pesona
sulit diuraikan, kabur jika digambarkan
aku terlena dalam sukma
Fatamorgana mana yang melebihi ini
Kebahagiaan mana yang melampaui ini
Walau di penggal pun aku tak terasa
Aku tak berada di sini
Kekasih, aku melamarMu
Akankah Kau tolak persembahanku
Jika demikian, akan ku tunggu
dan kutunggu sampai Engkau memanggilku
SETIA
Bunga engkau mekar untuk siapa
apakah untuk orang bercinta
atau, untuk menghibur orang marah
atau, untuk dirimu sendiri
sebagai uangkapan kemesraan mu
Harummu mengisaratkan keadaanmu
tapi keadaanmu gampang berubah
bungamu mudah layu
ada apa, engkau gerangan bunga
Apakah engkau dikecewakan
apakah engkau telah lelah bercinta
apakah engkau yang memutuskan
kapan engkau berbunga dan
kapan engkau layu
aku belum puas memandangmu
mendengarkan ceritamu
namun engkau sudah pergi
hilang membawa beban, atau
hilang membebaskan beban
Disini
aku akan menanti
selalu menanti walau fajar berganti
ribuan kali
RINA
Pohon tak akan patah
jika tidak dipatahkan
daun-daun tidak akan berguguran
kalau tidak di musimnya
tapi aku telah mematahkannya
serta menggugurkannya
Burung yang kemarin suka berkicau
sekarang jadi diam dan penuh kehati-hatian
sayapnya yang masih tampak indah
tak pernah lagi menyapaku
Malam yang dingin biasanya ceria
hampir setahun tak terasa indah
sebelum pulang ku jumpai dia
hampir setahun pulang terasa hampa
Aku mohon kepadamu angin
tolong bisikan maafku padanya
dalam sesalku ku tunggu kabarmu
RINA
Ku pebaiki hidupku dengan berbohong
karena rinduku padanya
rindu tentang obrolannya
celotehnya
dan manjanya
Mentari selalu menyapanya
lembayung-lembayung tersenyum padanya
semua menyukainya
kecuali aku yang melukainya
Pohon sudah kering
bara sudah padam
raksi kimia sudah terjadi
apakah engkau seperti itu padaku
Diposting oleh
ayo orep seng tentrem
di
22.34
0
komentar
Ohh... Dunia untuk siapa ?
Lolongan srigala, anjing yang menggonggong, ular yang berbisa ataupun lainnya lebih suci dari kebanyakan ucapan manusia, mereka lebih polos sesuai dengan takdirnya, mereka mengikuti nurani yang dipilihkan, apakah mereka semua pantas di bunuh, burung yang berbulu indah hanya tinggal cerita, harimau dan sejenisnya hidup merana ditengah manusia, hutan hanya di huni segerombolan rayap dan sekumpulan belalang.
kemudian anak kami bertanya
" Ayah, makhluk apa yang buas di bumi ? "
"menurutmu siapa nak"
"ya Singa Yah"
"loh itukan raja hutan,diakan kalah dengan raja bumi"
"jadi manusia dong yah,yang raja bumi"
"iya dia yang menaklukan, dan menguasai bumi"
Diposting oleh
ayo orep seng tentrem
di
03.10
0
komentar
Kamis, 09 April 2009
Hakekat Urip
Hidup adalah pancaran Ghoib
mampukah jasad menjaga kesucian Ghoib
Didalam menghadapi persoalan-persoalan orep kita dituntut untuk orep secara profesional baik di kantor, keluarga, kerabat, teman, atau lainnya
untuk menghadapi semua itu kita harus menjalankan resep orep dari teman saya Widagdo adapun resepnya berbunyi " berfikir yang baik, bekerja yang baik, sisanya serahkan Tuhan "
Diposting oleh
ayo orep seng tentrem
di
04.11
1 komentar
Perjalanan Hidup
RINGKASAN HIDUP
1. LAHIR
2. LELAH
3. MATI
lahir adalah awal tugas kita di bumi
kehidupan adalah kelelahan mengejar sesuatu yang berarti
mati adalah menikmati hasil
Diposting oleh
ayo orep seng tentrem
di
03.40
0
komentar