Senin, 22 Juni 2009

HARAPAN

apa yang engkau cari
semua sudah musnah di sini
sebelum aku dan kamu datang

engkau lihat dara cantik yang menangis itu
kemarin bibirnya mengembangkan senyum
bermesraan dengan pujaannya
sekarang dia merana di atas undukan tanah

engkau lihat orang gila itu
kemarin dia seperti raja di raja
kemauannya seperti membalikkan tanggannya
sekarang ia tertipu oleh rekan kesayangannya

engkau lihat ibu yang histeris itu
kemarin dia menimang nimang anaknya
anak harapan segala keinginannya
sekarang dia diatas jasadnya

kawanku apa yang kita cari disini
disini yang ada cuma kelelahan dan kelelahan
aku merasa lelah dengan semua ini
lelah sekali

aku tak berdaya dengan semua ini
pikiranku kacau
apakah begitu mahal sebuah kebahagiaan
apakah disini memang tak ada kebahagiaan

aku pergi kawan
kalau mau ikut ikutlah

Senin, 13 April 2009

SYAIR LESEHAN

BATU NISAN
Batu nisan
engkau begitu kokoh dan dingin
apakah engkau memendam sesuatu
apakah engkau ingin menceritakankannya
namun engkau ragukan hal itu

Batu nisan
aku mohon ceritakanlah apa yang kamu ketahui
mungkin akan sangat berguna bagiku
ataukah akan menyiksaku

Batu nisan
apakah diammu
menceritakan sesutu
dan apakah dinginmu
menggambarkan kedasyatan yang engkau saksikan

Batu nisan
mengapa engkau diam
apakah engkau bingung untuk memulainya
dan apakah aku harus menangis
dan menangis
agar aku mengerti apa maksudmu

Batu nisan
aku tempelkan telingaku didadamu
berbisiklah padaku
walau engkau gemetar katakanlah
aku siap apa yang akan keluar darimu
aku tunggu sampai aku dengar ucapanmu


LAMBAIAN
Lambaian mu menghancurkan ku
Lambaianmu mengejutkanku
Lambaianmu menggetarkan tubuhku
Lambaianmu membawa ke sesuatu yang menakutkan

Lambaian yang sangat memaksa
awal dari perjalanan yang sangat panjang
awal dari penentuan
awal dari segala kehidupan

Aku tak sanggup menerimanya
Aku tak sanggup menjumpaiNya
Aku takut
Takut sekali

Lambaian
Apa engkau bisa dihentikan
Apa engkau bisa di tangguhkan
Sampai aku siap menyambutNya

Lambaian
Tolong kembalilah kepadaNYa
sampaikan permohonan maafku kepadaNya


KEKASIH
Engkau yang membuatku gila
Engkau yang menjadikanku pahlawan
Engkau adalah jiwa
sedangkan aku adalah raga

Engkau menyinari relung hati ini
membiaskan semangat menggapai pesona
sulit diuraikan, kabur jika digambarkan
aku terlena dalam sukma

Fatamorgana mana yang melebihi ini
Kebahagiaan mana yang melampaui ini
Walau di penggal pun aku tak terasa
Aku tak berada di sini

Kekasih, aku melamarMu
Akankah Kau tolak persembahanku
Jika demikian, akan ku tunggu
dan kutunggu sampai Engkau memanggilku


SETIA
Bunga engkau mekar untuk siapa
apakah untuk orang bercinta
atau, untuk menghibur orang marah
atau, untuk dirimu sendiri
sebagai uangkapan kemesraan mu

Harummu mengisaratkan keadaanmu
tapi keadaanmu gampang berubah
bungamu mudah layu
ada apa, engkau gerangan bunga

Apakah engkau dikecewakan
apakah engkau telah lelah bercinta
apakah engkau yang memutuskan
kapan engkau berbunga dan
kapan engkau layu

aku belum puas memandangmu
mendengarkan ceritamu
namun engkau sudah pergi
hilang membawa beban, atau
hilang membebaskan beban

Disini
aku akan menanti
selalu menanti walau fajar berganti
ribuan kali

RINA
Pohon tak akan patah
jika tidak dipatahkan
daun-daun tidak akan berguguran
kalau tidak di musimnya
tapi aku telah mematahkannya
serta menggugurkannya

Burung yang kemarin suka berkicau
sekarang jadi diam dan penuh kehati-hatian
sayapnya yang masih tampak indah
tak pernah lagi menyapaku

Malam yang dingin biasanya ceria
hampir setahun tak terasa indah
sebelum pulang ku jumpai dia
hampir setahun pulang terasa hampa

Aku mohon kepadamu angin
tolong bisikan maafku padanya
dalam sesalku ku tunggu kabarmu

RINA
Ku pebaiki hidupku dengan berbohong
karena rinduku padanya
rindu tentang obrolannya
celotehnya
dan manjanya

Mentari selalu menyapanya
lembayung-lembayung tersenyum padanya
semua menyukainya
kecuali aku yang melukainya

Pohon sudah kering
bara sudah padam
raksi kimia sudah terjadi
apakah engkau seperti itu padaku

Ohh... Dunia untuk siapa ?

Lolongan srigala, anjing yang menggonggong, ular yang berbisa ataupun lainnya lebih suci dari kebanyakan ucapan manusia, mereka lebih polos sesuai dengan takdirnya, mereka mengikuti nurani yang dipilihkan, apakah mereka semua pantas di bunuh, burung yang berbulu indah hanya tinggal cerita, harimau dan sejenisnya hidup merana ditengah manusia, hutan hanya di huni segerombolan rayap dan sekumpulan belalang.
kemudian anak kami bertanya
" Ayah, makhluk apa yang buas di bumi ? "
"menurutmu siapa nak"
"ya Singa Yah"
"loh itukan raja hutan,diakan kalah dengan raja bumi"
"jadi manusia dong yah,yang raja bumi"
"iya dia yang menaklukan, dan menguasai bumi"

Kamis, 09 April 2009

Hakekat Urip

Hidup adalah pancaran Ghoib
mampukah jasad menjaga kesucian Ghoib


Didalam menghadapi persoalan-persoalan orep kita dituntut untuk orep secara profesional baik di kantor, keluarga, kerabat, teman, atau lainnya
untuk menghadapi semua itu kita harus menjalankan resep orep dari teman saya Widagdo adapun resepnya berbunyi " berfikir yang baik, bekerja yang baik, sisanya serahkan Tuhan "

Perjalanan Hidup

RINGKASAN HIDUP
1. LAHIR
2. LELAH
3. MATI


lahir adalah awal tugas kita di bumi
kehidupan adalah kelelahan mengejar sesuatu yang berarti
mati adalah menikmati hasil