Senin, 13 April 2009

SYAIR LESEHAN

BATU NISAN
Batu nisan
engkau begitu kokoh dan dingin
apakah engkau memendam sesuatu
apakah engkau ingin menceritakankannya
namun engkau ragukan hal itu

Batu nisan
aku mohon ceritakanlah apa yang kamu ketahui
mungkin akan sangat berguna bagiku
ataukah akan menyiksaku

Batu nisan
apakah diammu
menceritakan sesutu
dan apakah dinginmu
menggambarkan kedasyatan yang engkau saksikan

Batu nisan
mengapa engkau diam
apakah engkau bingung untuk memulainya
dan apakah aku harus menangis
dan menangis
agar aku mengerti apa maksudmu

Batu nisan
aku tempelkan telingaku didadamu
berbisiklah padaku
walau engkau gemetar katakanlah
aku siap apa yang akan keluar darimu
aku tunggu sampai aku dengar ucapanmu


LAMBAIAN
Lambaian mu menghancurkan ku
Lambaianmu mengejutkanku
Lambaianmu menggetarkan tubuhku
Lambaianmu membawa ke sesuatu yang menakutkan

Lambaian yang sangat memaksa
awal dari perjalanan yang sangat panjang
awal dari penentuan
awal dari segala kehidupan

Aku tak sanggup menerimanya
Aku tak sanggup menjumpaiNya
Aku takut
Takut sekali

Lambaian
Apa engkau bisa dihentikan
Apa engkau bisa di tangguhkan
Sampai aku siap menyambutNya

Lambaian
Tolong kembalilah kepadaNYa
sampaikan permohonan maafku kepadaNya


KEKASIH
Engkau yang membuatku gila
Engkau yang menjadikanku pahlawan
Engkau adalah jiwa
sedangkan aku adalah raga

Engkau menyinari relung hati ini
membiaskan semangat menggapai pesona
sulit diuraikan, kabur jika digambarkan
aku terlena dalam sukma

Fatamorgana mana yang melebihi ini
Kebahagiaan mana yang melampaui ini
Walau di penggal pun aku tak terasa
Aku tak berada di sini

Kekasih, aku melamarMu
Akankah Kau tolak persembahanku
Jika demikian, akan ku tunggu
dan kutunggu sampai Engkau memanggilku


SETIA
Bunga engkau mekar untuk siapa
apakah untuk orang bercinta
atau, untuk menghibur orang marah
atau, untuk dirimu sendiri
sebagai uangkapan kemesraan mu

Harummu mengisaratkan keadaanmu
tapi keadaanmu gampang berubah
bungamu mudah layu
ada apa, engkau gerangan bunga

Apakah engkau dikecewakan
apakah engkau telah lelah bercinta
apakah engkau yang memutuskan
kapan engkau berbunga dan
kapan engkau layu

aku belum puas memandangmu
mendengarkan ceritamu
namun engkau sudah pergi
hilang membawa beban, atau
hilang membebaskan beban

Disini
aku akan menanti
selalu menanti walau fajar berganti
ribuan kali

RINA
Pohon tak akan patah
jika tidak dipatahkan
daun-daun tidak akan berguguran
kalau tidak di musimnya
tapi aku telah mematahkannya
serta menggugurkannya

Burung yang kemarin suka berkicau
sekarang jadi diam dan penuh kehati-hatian
sayapnya yang masih tampak indah
tak pernah lagi menyapaku

Malam yang dingin biasanya ceria
hampir setahun tak terasa indah
sebelum pulang ku jumpai dia
hampir setahun pulang terasa hampa

Aku mohon kepadamu angin
tolong bisikan maafku padanya
dalam sesalku ku tunggu kabarmu

RINA
Ku pebaiki hidupku dengan berbohong
karena rinduku padanya
rindu tentang obrolannya
celotehnya
dan manjanya

Mentari selalu menyapanya
lembayung-lembayung tersenyum padanya
semua menyukainya
kecuali aku yang melukainya

Pohon sudah kering
bara sudah padam
raksi kimia sudah terjadi
apakah engkau seperti itu padaku

0 komentar: